bersambung dari
cerita sebelumnya....
Akhirnya jadi juga Tazy KP di Jakarta.....berarti Tazy juga harus tinggal di Jakarta juga kan? secara g mungkin juga bolak-balik Bandung-Jkt pp tiap hari. Nah, tadinya Tazy mau tinggal di budenya aja di JKT, tepatnya di Lenteng Agung.....tapi dipikir2 lagi, jauh juga ya LA dengan daerah A.Yani (Pulomas)....bisa2 waktunya habis di jalan...belum lagi kalau mikir ruwet dan macetnya LaLin di Jakarta......sepertinya mendingan kos aja deh di lokasi sekitar kantor.
Berhubung keputusan untuk untuk indekostnya mendadak (senin ini sdh harus masuk KP), jadilah kita pontang-panting browsing sana-sini untuk cari tepat kost . Dari hasil browsing dapatlah beberapa alamat dan nomor yg bisa dihubungi.
Dan kemarin itu, berdua Tazy....kami meluncur menuju tempat2 kost baik yang sdh ada di list kami maupun yg belum.
Hasil pertama (bukan yg dari list) kami mendapatkan sebuah rumah kos yg cukup bagus....namun pas kami tanya harganya......ampuuun.....benar2 tak terpikirkan ada tempat kos yg semahal itu.....langsung saja kami tinggalkan tempat itu tanpa ingin tau lebih jauh lagi.
Meluncur lagi ke tempat kos yg ada di list kami.....tempat ini ada di urutan pertama daftar list kami......hmm kalau dari segi lokasi sangat2 bagus, pinggir jalan, akses ke kantor jg dekat...tapi pas kami lihat kedalam, sangat mengecewakan...seperti gudang saja yg diberi AC dan Kamar mandi....padahal harganya juga masih diatas 1jt/bulannya.
Lanjut ke yg berikutnya.....kali ini "price" nya sangat2 terjangkau ...kost2an putri pula....tapi sesuai pepatah "ono rego ono rupo" yah dengan kata lain harga mah g bisa dibohongi....yah kondisi kamarnya dan keseluruhan kos2annya begitulah, benar2 sesuai harganya...sehingga langsung ditolak oleh anak saya.
Beranjak ke pencarian ke empat....setelah putar sana putar sini (masih di kawasan Pulomas)...dengan jalannya yg hampir semuanya buntu....dapatlah kami rumah ke empat (dapat info dari p satpam).....lagi2 mengecewakan...tepatnya seperti rumah hantu (sedikit berlebihan kan g apa ya).....hiiiiii...langsung kami terbirit2 meninggalkan rumah itu.
Setelah meninggalkan rumah ke empat (ke lima tepatnya, karena ada satu yg saya lewatkan ceritanya,karena langsung kami tinggalkan setelah melihat tampak luar bangunannya yg yang suram dan tak terawat seperti bioskop2 kecil jaman baheula)..........kami berdua merasa sangat2 lelah dan merasa sedikit
hopeless (walaupun g boleh ya).............tapi harapan itu akhirnya timbul lagi setelah melihat sekerumunan bapak dan ibu di depan warung....setelah berbasa-basi sejenak kami bertanya mengenai tempat kos yg mereka tau............Alhamdulillah mereka memberitahu kita satu tempat kos yg tdk jauh dari situ, kata mereka sih bagus, rumah baru pula.....dengan semangat kita langsung meluncur lagi.....wah benar juga, pas kita lihat...luarnya saja sdh oke.....mba yg jaganya jg ramah .....lihat ke dalam temasuk lihat kamarnya juga oke....nah sekarang tinggal deg2an mengenai harganya...mengingat rumah sebelumnya dengan kondisi yg hampir sama tapi harganya selangit....tapi syukur Alhamdulillah, memang rejekinya Tazy kali ya....ternyata harganya masih terjangkau ...sesuai dengan budget kita pula!....yah sudah tanpa berlama2 , setelah membaca persyaratan dan perjanjian yg harus disepakati ...langsung kami membayar uang muka sebagai tanda jadi.....dan pulanglah kami kembali hari itu juga dengan perasaan legaaaaaaa.
kesimpulan :
dibandingkan dengan di Bandung, harga sewa kamar kos di JKT sangat mahal.....selain itu kemahalannya tidak sebanding dengan fasilitas yg diberikan.