Sunday, April 27, 2008

JJP (Jalan jalan pagi)




Minggu pagi kemarin kelompok pengajian "tadarusan" di komplek kami meliburkan kegiatan rutinnya dan menggantinya dengan acara "JJP" ke kebun salah seorang anggotanya. Walaupun sebenarnya saya tidak termasuk anggotanya....tapi khusus untuk acara ini saya diperbolehkan ikut dan meramaikan kegiatan ini . Senang bisa kumpul2 bersama ibu2 ini ...kapan lagi bisa silaturahim ...sambil berolahraga ...dan tentunya yg paling ditunggu acara "BotRam" nya......maklum yg namanya ibu2 ....g lengkap rasanya kalau bersilaturahim tanpa acara makan2.

Wednesday, April 23, 2008

AFS........

postingan ini aku copas dari MP nya anakku.....

Haloooo..ketemu lagi ma aku...

dah lama bgt gak posting! (bohong pisan, baru beberapa detik lalu! hehehehe)

Yak, hari ini aq mau curhat! Begini, tgl 14 lalu, aq daftar ikutan AFS, pertukaran pelajar!

Semua syarat dah dilengkapin, formulir jg dah dikumpulin!

Dan sekarang seleksi pertama menanti! Tanggal 11 mei...

aduh ak deg-degan...susah gak ya soal-soalnya? Katanya sih PU..tapi aku jarang dan gak bisa baca koran...baru buka 1 halaman aja aku dah langsung tidur...

Ada yang tau gimana caranya lulus seleksi pertama?? Kalau ada yang pernah lolos..kasih tau aku tips n tricknya yaaa???

Monday, April 21, 2008

"si Abah" dan arti sebuah sapaan

Sudah biasa bagi saya dan suami bila berjalan2 pagi di sekitar komplek perumahan kami menyempatkan menyapa siapa saja yang kami kenal.
Baik itu tetangga yang kami kenal baik, tetangga lain rt yang hanya kenal wajah, tukang sayur, sampai tukang koran kami yg kebetulan lewat. Dan buat kami sapaan tersebut biasa2 saja tidak ada yang istimewa disana.

Sampai suatu ketika kami bertemu dengan seorang yang bernama "Abah".
Si "Abah" inilah yang akhirnya memberi kami pengertian baru tentang arti sebuah sapaan.
sang Abah ini pekerjaan sehari2nya adalah  bertanam di tanah2 kosong (menunggu dibangun pemiliknya) di sebuah komplek perumahan yang lumayan elit di kawasan Bandung utara. Si Abah berfikir daripada tanah2 ini nganggur.....maka lebih baik memanfaatkannya untuk bertanam apa saja, mulai dari singkong sampai kacang suuk (dengan seizin pemilik tanah tentunya).

Dikarenakan  area dimana si Abah ini bertanam adalah areal perumahan elite yang sebagian besarnya sudah terbangun. Maka sehari2nya si Abah tentu saja mau tidak mau berinteraksi dengan para penghuni rumah2 elite ini.

Padahal  penampilan sehari2 si Abah ini benar2 kontras dengan penampilan para penghuni kompleks.
Kebayangkan dengan penampilan khas seorang Petani (tapi lebih tepatnya seperti pemulung), baju hitam yang sudah agak lusuh....dan dengan beberapa robekan di sana- sini (mungkin karena sudah tua usianya).Maka  yang belum mengenalnya tentu agak malas berinteraksi dan menyapa si Abah ini.

Tapi buat yang sudah mengenalnya dan juga tahu bahwa si "Abah" ini orang yang baik dan jujur , maka tak segan menyapa Abah, bahkan memberinya secangkir dua cangkir kopi.

Dan rupanya si Abah ini memperhatikan benar ,siapa2 saja yang suka menyapanya dan memberinya sekedar senyuman. Atau kebalikannya,siapa2 saja yang enggan menyapanya atau bahkan mengabaikan keberadaannya.

Ada satu cerita dari orang yang enggan berinteraksi dengan Abah dan enggan beramah2 dengan orang seperti Abah, sebut saja namanya bapak "X".
Suatu Hari rumah bapak "X" ini kecurian besar2an di siang hari bolong..Dengan kejadian ini tentu saja bapak "X" seperti "kebakaran jenggot" dan meminta bantuan kepada warga sekitar terutama orang2 kecil yang berada disekitar rumahnya seperti contohnya penjaga warung, tukang sampah dll yang barangkali saja tahu kejadiannya dan dapat memberi sedikit informasi mengenai pencurian tersebut, ciri2 pencurinya, atau kapan tepat kejadiannya.

Tapi apa yang terjadi mungkin sudah bisa ditebak. Dikarenakan kemalasannya berinteraksi dengan orang kecil disekitar rumahnya. Tidak satupun dari mereka yang mau menolong memberi sekedar informasi. Semuanya bungkam, sepertinya gantian mereka2 ini yang sering diabaikan keberadaannya ganti mengabaikan bapak "X" ini. Dengan kejadian bungkamnya mereka, Bapak X merasa terpukul, merasa tidak ada yang mau menolongnya.Tapi saya kurang tau kejadian selanjutnya.....apakah dengan kejadian ini bapak X sadar dan mau membuka dirinya untuk berinteraksi dengan "Abah2" disekitar rumahnya.

Lain cerita bapak X lain pula cerita mereka2 yang ramah dan sering menyapa orang seperti "Abah". Si Abah bercerita lagi kepada saya, bagaimana dia dengan sukarelanya (tanpa dibayar) menjaga rumah2 mereka, memperhatikan siapa saja yang keluar masuk rumah mereka, apakah ada keanehan di rumah mereka dll. Sepertinya inilah balasan si "Abah" untuk mereka2 yang rajin menyapanya.

Dari perkenalan kami dengan si "Abah" ini barulah kami menyadari, betapa besar arti sebuah sapaan!
sama seperti kita, mereka juga senang dihargai walau hanya dengan sekedar senyum dan sapa di kala kita berjumpa mereka.









Friday, April 18, 2008

"Buat beli baso"

Hehehe...judul di atas sebenarnya ucapan yang biasa aku katakan tiap kali aku memberi sedikit tips pada si mbak dan si mas yg sudah repot2 mengurus ibuku.
Entah kenapa selalu kata itu yg keluar dari bibirku mengiringi pemberian amplop mungil itu. Hampir tidak pernah keluar kata lain seperti "Buat beli gorengan" atau " Buat rokok" (yg g mungkin kukatakan karena aku anti rokok) atau buat-buat  yang lain.

Sampai suatu ketika anakku protes kepadaku ketika untuk kesekian kalinya kata itu yg terdengar lagi di telinga mereka.
Mereka bilang "Mah jangan bilang buat beli baso terus dong".
"Memangnya kenapa " kataku dengan wajah tidak bersalah.
"Kasian si mbak dan si mas nya dong mah, karena berarti mamah ngasih uangnya cuma buat beli baso aja dan bukan buat yang lain",
Terus lanjut mereka........ " Kalau mereka g suka baso gimana?" ........." Kalau mau dibeliin buat keperluan lain juga gimana ?".

Heekss bener2 g kepikiran sama aku, maklum ucapan "Buat beli baso" benar2 spontan keluar dari mulutku.......dan itu cuma kiasan aja. Maklum dalam pikiranku yang penggemar berat baso ini, setiap orang pasti suka jajan baso.Dan kebetulan yang aku kasihkan ya paling cukup buat beli semangkuk dua mangkuk baso, masa mau aku bilang "buat beli baju"....kan g mungkin.

Tapi dengan adanya protes dari anak-anakku, aku mulai mencoba mencari kata-kata lain selain kata itu, yang setelah aku pikir-pikir lagi benar juga ya kata anak-anakku karena ucapanku itu telalu spesifik dan tidak memberikan keleluasaan kepada yang menerimanya (walau sebenarnya itu cuma kiasan saja).

Sebenarnya aku sudah ingin sekali mendapatkan kata-kata penggantinya.
Tapi sampai saat ini sepertinya  aku belum berhasil .
Karena ketika aku pamit dengan si mbak dan si mas yg mengurus ibuku dengan setianya tadi pagi  untuk pulang lagi ke Bandung, diam2 aku memberikan sesuatu pada si mbak  sambil tetap berkata " Buat beli bakso ya mbak"....... hehehe, untung anak2ku tidak ada yang dengar. (mereka tidak ikut menengok nininya).





Wednesday, April 16, 2008

Akhirnya keterima juga...

Akhirnya InsyaAllah jadi juga anakku KP (kerja Praktek) di tempat yang di idam2kannya. Baru beberapa menit yg lalu anakku sms, katanya dia dan seorang temannya keterima KP di SCCI (Stem Cell & Cancer Institut di Jakarta) cuma saja surat resminya belum keluar .

Alhamdulillah, penantian selama lebih kurang dua bulan berakhir sudah. sebagai ortunya  tentu ikut senang karena sempat deg2an juga takut tidak diterima. padahal belum ada cadangan tempat KP lain.

Maklum di Jurusannya tdk memperbolehkan Apply Kp secara paralel. jadi harus satu2. Masukkan satu tunggu jawaban......g boleh langsung ke beberapa tempat sekaligus.Kalau langsung keterima sih tidak masalah .....yang repot kalau ditolak...berarti kan harus apply lagi...trus tunggu jawaban lagi (padahal jawabnya bisa berbulan2 kemudian).

yah beginilah aku sebagai ortu...yang mau KP anaknya ..eeeh yang harap2 cemas kok ibunya.

Monday, April 14, 2008

Anti minimalis

Bahwa sekarang ini eranya "Minimalis" tentu semua orang sudah tau. Lihat saja majalah2 eksterior dan Interior, hampir semuanya menampilkan rumah ataupun interior bergaya minimalis.
Yah.....Dengan desain yang "simple" dan "clean"  siapa sih yang tidak jatuh hati pada gaya ini.

Tapi ternyata tidak semua orang suka dengan gaya ini..........salah satunya adalah temanku yang meminta aku membantu mendisain rumah barunya.
Dari awal beliau sudah wanti2 supaya rumahnya tidak bergaya minimalis......sambil menunjuk salah satu rumah minimalis yang tidak beliau sukai, dan juga sambil menyebut beberapa alasan kenapa beliau tidak menyukai gaya ini.
hmmmm......sambil terheran2 dengan pemikiran temanku ini aku sih mencoba mengerti prinsip beliau dan tentu saja mencoba menterjemahkan kedalam gambar .

akhirnya selesai sudah gambar itu...walau dengan sedikit usaha keras (maklum susah menghindari gaya minimalis)........dan bertemulah dengan temanku ini tadi pagi , untuk sekedar konsultasi. Hampir tidak ada masalah dengan disainku.....hanya saja beliau agak sedikit protes dengan salah satu bagian eksteriornya...........hehehe jujur saja aku memang sedikit menyisipkan gaya minimalis disalah satu bagian tampak mukanya  untuk menghindari kesan "Jadul" pada rumahnya.

Tadinya  kukira temanku g akan sadar dengan satu sisipan kecil ini.
Tapi ternyata aku salah kira! ........ karena beliau langsung sadar bahwa ada yang aneh pada gambar tampaknya. Beliau tau ada gaya minimalis disana walaupun sebagian kecil saja !
Beliau secara halus memintaku untuk segera menghilangkan bagian yang aneh tsb a.k.a unsur minimalisnya.

Mulai dari sini aku jadi tau dan tidak ingin lagi mencoba bermain2 dengan unsur minimalis di rumah temanku ini.............karena ternyata  temanku ini benar2 "anti minimalis" sejati.......dan sebagai konsekuensinya jadilah aku harus  membongkar2 koleksi buku2 dan majalah2 arsitektur lamaku untuk sekedar mencari referensi rumah2 non minimalis.hehehe...g papa deh, yang penting temanku yg "anti minimalis" senang.