Friday, August 12, 2011

Investasi Kuning atau Hijau?

Tadi pagi tanpa sengaja sayup-sayup terdengar suara pembawa berita di TV yang memberitakan harga emas yang melonjak tinggi. Dikabarkan kalau harga emas naik kurang lebih 2-3 kali lipat dari harga 2 tahun (2009) yang lalu...woow dipikir-pikir lumayan juga ya kalau punya perhiasan emas, ini saat yang bagus untuk menjual, kan jadi bisa untuk tambah-tambah biaya baju dan kue lebaran atau mobil baru untuk mudik barangkali :P.  Sayang saya bukan kolektor perhiasan emas, jadi hanya bisa membayangkan saja senyum kegembiraan tante saya yg punya gelang emas segambreng dan juga teman saya yang lain yang disetiap ulang tahunnya mendapat seperangkat perhiasan emas dari suaminya. Irikah saya? Alhamdulillah tidak...sudah lama saya memang tidak terlalu berminat lagi sama yang namanya perhiasan emas, apalagi setelah seorang ahli batuan pernah menulis di salah satu harian lokal bandung bahwa untuk memperoleh emas seberat 5 gram (berat emas yg biasa dipakai untuk cincin kawin) maka perlu menghancurkan sepersekian bukit di Padalarang(CMIIW). Lihat saja buktinya karst Padalarang yang seharusnya dilindungi sedikit demi sedikit habis karena penambangan emas (selain kapur dan marmer tentu saja),menyedihkan sekalikan? lalu berapa banyak bukit atau tanah yg digali atau sungai yang tercemar mercuri untuk bisa mendapatkan emas batangan (kabarnya hari rabu kemarin ada 200 org yg mengantri di ANTAM untuk membeli emas batangan).
Nah Alih-alih investasi emas yang terang-terang merusak lingkungan sepertinya kami  lebih tertarik untuk berinvestasi hijau (menanam pohon produktif) ,"Green Investment Fund"/ Investasi hijau diartikan sebagai investasi yang mendukung environmental stewardship (penjagaan lingkungan), perlindungan konsumen, keanekaragaman hayati dan keadilan ,investasi yang seperti ini InsyaAllah lebih menguntungkan dunia akhirat,di dunia bisa ikut menyelamatkan bumi kita yang semakin merana ini, InsyaAllah mendapat pahala juga di akhirat kelak
“Setiap muslim yang menanam suatu tanaman atau suatu tumbuhan, kemudian tanamannya itu dimakan oleh burung, manusia atau hewan, maka itu akan menjadi sadaqah baginya." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari]
Wallahualam bi sawab

3 comments: