Showing posts with label hikmahoftheday. Show all posts
Showing posts with label hikmahoftheday. Show all posts

Monday, April 21, 2008

"si Abah" dan arti sebuah sapaan

Sudah biasa bagi saya dan suami bila berjalan2 pagi di sekitar komplek perumahan kami menyempatkan menyapa siapa saja yang kami kenal.
Baik itu tetangga yang kami kenal baik, tetangga lain rt yang hanya kenal wajah, tukang sayur, sampai tukang koran kami yg kebetulan lewat. Dan buat kami sapaan tersebut biasa2 saja tidak ada yang istimewa disana.

Sampai suatu ketika kami bertemu dengan seorang yang bernama "Abah".
Si "Abah" inilah yang akhirnya memberi kami pengertian baru tentang arti sebuah sapaan.
sang Abah ini pekerjaan sehari2nya adalah  bertanam di tanah2 kosong (menunggu dibangun pemiliknya) di sebuah komplek perumahan yang lumayan elit di kawasan Bandung utara. Si Abah berfikir daripada tanah2 ini nganggur.....maka lebih baik memanfaatkannya untuk bertanam apa saja, mulai dari singkong sampai kacang suuk (dengan seizin pemilik tanah tentunya).

Dikarenakan  area dimana si Abah ini bertanam adalah areal perumahan elite yang sebagian besarnya sudah terbangun. Maka sehari2nya si Abah tentu saja mau tidak mau berinteraksi dengan para penghuni rumah2 elite ini.

Padahal  penampilan sehari2 si Abah ini benar2 kontras dengan penampilan para penghuni kompleks.
Kebayangkan dengan penampilan khas seorang Petani (tapi lebih tepatnya seperti pemulung), baju hitam yang sudah agak lusuh....dan dengan beberapa robekan di sana- sini (mungkin karena sudah tua usianya).Maka  yang belum mengenalnya tentu agak malas berinteraksi dan menyapa si Abah ini.

Tapi buat yang sudah mengenalnya dan juga tahu bahwa si "Abah" ini orang yang baik dan jujur , maka tak segan menyapa Abah, bahkan memberinya secangkir dua cangkir kopi.

Dan rupanya si Abah ini memperhatikan benar ,siapa2 saja yang suka menyapanya dan memberinya sekedar senyuman. Atau kebalikannya,siapa2 saja yang enggan menyapanya atau bahkan mengabaikan keberadaannya.

Ada satu cerita dari orang yang enggan berinteraksi dengan Abah dan enggan beramah2 dengan orang seperti Abah, sebut saja namanya bapak "X".
Suatu Hari rumah bapak "X" ini kecurian besar2an di siang hari bolong..Dengan kejadian ini tentu saja bapak "X" seperti "kebakaran jenggot" dan meminta bantuan kepada warga sekitar terutama orang2 kecil yang berada disekitar rumahnya seperti contohnya penjaga warung, tukang sampah dll yang barangkali saja tahu kejadiannya dan dapat memberi sedikit informasi mengenai pencurian tersebut, ciri2 pencurinya, atau kapan tepat kejadiannya.

Tapi apa yang terjadi mungkin sudah bisa ditebak. Dikarenakan kemalasannya berinteraksi dengan orang kecil disekitar rumahnya. Tidak satupun dari mereka yang mau menolong memberi sekedar informasi. Semuanya bungkam, sepertinya gantian mereka2 ini yang sering diabaikan keberadaannya ganti mengabaikan bapak "X" ini. Dengan kejadian bungkamnya mereka, Bapak X merasa terpukul, merasa tidak ada yang mau menolongnya.Tapi saya kurang tau kejadian selanjutnya.....apakah dengan kejadian ini bapak X sadar dan mau membuka dirinya untuk berinteraksi dengan "Abah2" disekitar rumahnya.

Lain cerita bapak X lain pula cerita mereka2 yang ramah dan sering menyapa orang seperti "Abah". Si Abah bercerita lagi kepada saya, bagaimana dia dengan sukarelanya (tanpa dibayar) menjaga rumah2 mereka, memperhatikan siapa saja yang keluar masuk rumah mereka, apakah ada keanehan di rumah mereka dll. Sepertinya inilah balasan si "Abah" untuk mereka2 yang rajin menyapanya.

Dari perkenalan kami dengan si "Abah" ini barulah kami menyadari, betapa besar arti sebuah sapaan!
sama seperti kita, mereka juga senang dihargai walau hanya dengan sekedar senyum dan sapa di kala kita berjumpa mereka.









Monday, March 3, 2008

Duka yang manis

Pagi ini saya berdua suami pergi melayat ke rumah salah seorang sahabat kami yang meninggal dunia. Di usianya yang ke 43 beliau wafat meninggalkan istri dan ke enam anaknya yang relatif masih kecil. anaknya yang terkecil baru berusia 6 bulan.

Sudah terbayang dalam benak kami wajah duka dari istri dan anak2nya......
Wajar saja kalau sang istri berduka...............Yah siapa yang tidak bersedih bila ditinggalkan oleh belahan jiwa....ditambah lagi harus membesarkan ke 6 anaknya sendirian....kebetulan sang istri memilih menjadi full time mom, memilih tidak berkarir walaupun sebenarnya sang istri lulusan farmasi dari salah satu institut di kota bandung.

Tetapi sesampainya di rumah duka.....keadaannya tidak seperti yang kami bayangkan....sungguh2 terbalik keadaannya.....tidak ada wajah duka yang berlebihan   disana.....yang ada adalah kisah2 manis akhir hayat sang suami......meluncurlah dari bibir sang istri bagaimana bahagianya dia bisa mendampingi sang suami hingga hembusan nafas terakhir, bagaimana juga dia terus mentalqinkan kalimat tauhid ke telinga suaminya "La Ilaaha Illallahu" sepanjang malam dan, suaminya..... sampai detik terakhir hidupnya masih bisa ikut  mengikutinya.

Dan juga cerita manis lainnya...dimana menjelang sholat shubuh  sang suami meminta pampersnya dilepas supaya beliau dapat sholat dan beliau juga mengatakan bahwa harus cepat2 siap2 untuk sholat shubuh, karena dia akan sholat shubuh di Saudi (beliau tdk menyebut Mekah atau Madinah) dan yang akan menjadi imamnya adalah  Imam besar masjidil Haram Sudais ( walaupun pada akhirnya beliau tidak sempat melaksanakan sholat shubuh karena keadaan yang tidak memungkinkan dan pembuluh darah di tangannya sdh keburu pecah , yang berarti sebentar lagi pecahnya akan sampai ke pembuluh nadi di pergelangan tangannya)..........

sepertinya sang istri sangat2 ikhlas menerima kepergian sang suami.......yah walaupun ada juga tangis yang keluar...itu adalah tangis bahagia bahwa suaminya menghadapi sakaratul maut dengan begitu indahnya......seolah2 bukan kematian yang akan dihadapinya....melainkan seolah2 akan pergi menunaikan sholat di tempat yang diimpikannya selama ini dan di imami oleh Sudais yang sangat dikaguminya, yang murotalnya senantiasa terdengar di kupingnya melalui MP3 yang juga setia menemaninya selama menjalani hari2 sakitnya di pembaringan. ...Subhanallah.....

Monday, October 8, 2007

Hikmah hari ini



Kenalilah Allah saat Anda senang, niscaya Allah akan mengenali anda saat Anda susah
(dikutip dari buku cambuk hati)