Saturday, September 17, 2011

H-2


“Gimana bu Dewi, sudah siap ditinggal ananda?” sambut pa Ustad Iman saat saya masuk kelas tahsin rabu kemarin di Salman, pa Ustad ini tahu bahwa dalam hitungan hari lagi anak sulung saya akan pergi jauh untuk 22 bulan ke depan…tidak menyangka sama sekali akan ditanya seperti itu saya malah balik bertanya “memangnya kenapa pa Ustadz, bertanya seperti itu?”. “G apa-apa sih bu, cuma saja saya bertemu dengan jamaah saya kemarin yang akan ditinggal pergi anaknya (S3 di salah satu negara di Eropa juga) tiap hari kerjanya menangis terus tidak berhenti berhenti” jawab pa Ustadz.
Selang sehari kemudian gantian Tazy menyampaikan pertanyaan yang hampir sama dari dua dosennya.Yang satu dosen pembimbingnya (ibu Aida), yang lainnya ibu Tati (Dekan SITH) yang kebetulan mengenal saya juga. Intinya sih sama-sama menanyakan keadaan saya menjelang ditinggal Tazy….dan entah kenapa dari empat mahasiswanya cuma Tazy yang ditanya seperti itu. Kalau kata Tazy sih mungkin karena selama ini Tazy berkesan seperti “anak mamah”…sering sekali bilang kepada ibu Aida ” kata mamah begini,kata mamah begitu”, “Iya bu nanti dijemput sama mamah” , “iya maaf bu ini lagi jalan2 sama mamah dulu”…huehehe pantas saja mereka mengkhawatirkan keadaan saya, karena mereka pasti berasumsi hubungan kami sangat-sangat dekat
Dan sampai detik ini (H-2) alhamdulillah perasaan saya masih baik-baik saja, belum terlalu sedih sekali walau kadang2 terlintas sedikit perasaan melow kala membayangkan tak ada Tazy lagi di rumah, tak ada lagi yg bilang ” mah, aku mau cerita yaa”, padahal baruu saja sampai rumah.Tak ada lagi yang jerit-jerit kegirangan kala melihat makanan favoritnya terhidang di meja makan, tak ada lagi yang garuk-garuk tanah saat seseorang mematahkan hatinya.Entah dengan yang terjadi esok atau lusa saat kepergiannya semakin dekat.Dan sejujurnya saya tidak ingin sedih yang berlarut larut bahkan sampai nangis berhari hari, justru kebalikannya sangat merasa gembira dan bersyukur  kepada Allah SWT dengan “kepergiannya” ini.Bagaimana tidak,kepergiannya ini adalah mimpinya sejak jaman masih kuliah dulu.Saya tahu benar bagaimana kerja keras dan jatuh bangunnya Tazy untuk mendapat beasiswa ini.Dan ketika impian itu sudah menjadi nyata,masih haruskah saya bersedih hati?

Friday, August 12, 2011

Investasi Kuning atau Hijau?

Tadi pagi tanpa sengaja sayup-sayup terdengar suara pembawa berita di TV yang memberitakan harga emas yang melonjak tinggi. Dikabarkan kalau harga emas naik kurang lebih 2-3 kali lipat dari harga 2 tahun (2009) yang lalu...woow dipikir-pikir lumayan juga ya kalau punya perhiasan emas, ini saat yang bagus untuk menjual, kan jadi bisa untuk tambah-tambah biaya baju dan kue lebaran atau mobil baru untuk mudik barangkali :P.  Sayang saya bukan kolektor perhiasan emas, jadi hanya bisa membayangkan saja senyum kegembiraan tante saya yg punya gelang emas segambreng dan juga teman saya yang lain yang disetiap ulang tahunnya mendapat seperangkat perhiasan emas dari suaminya. Irikah saya? Alhamdulillah tidak...sudah lama saya memang tidak terlalu berminat lagi sama yang namanya perhiasan emas, apalagi setelah seorang ahli batuan pernah menulis di salah satu harian lokal bandung bahwa untuk memperoleh emas seberat 5 gram (berat emas yg biasa dipakai untuk cincin kawin) maka perlu menghancurkan sepersekian bukit di Padalarang(CMIIW). Lihat saja buktinya karst Padalarang yang seharusnya dilindungi sedikit demi sedikit habis karena penambangan emas (selain kapur dan marmer tentu saja),menyedihkan sekalikan? lalu berapa banyak bukit atau tanah yg digali atau sungai yang tercemar mercuri untuk bisa mendapatkan emas batangan (kabarnya hari rabu kemarin ada 200 org yg mengantri di ANTAM untuk membeli emas batangan).
Nah Alih-alih investasi emas yang terang-terang merusak lingkungan sepertinya kami  lebih tertarik untuk berinvestasi hijau (menanam pohon produktif) ,"Green Investment Fund"/ Investasi hijau diartikan sebagai investasi yang mendukung environmental stewardship (penjagaan lingkungan), perlindungan konsumen, keanekaragaman hayati dan keadilan ,investasi yang seperti ini InsyaAllah lebih menguntungkan dunia akhirat,di dunia bisa ikut menyelamatkan bumi kita yang semakin merana ini, InsyaAllah mendapat pahala juga di akhirat kelak
“Setiap muslim yang menanam suatu tanaman atau suatu tumbuhan, kemudian tanamannya itu dimakan oleh burung, manusia atau hewan, maka itu akan menjadi sadaqah baginya." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari]
Wallahualam bi sawab

Sunday, August 7, 2011

Foto yang tertunda






yap, tertunda dua tahun!! karena wisudaan si teteh pink sebenarnya di tahun 2009 lalu, tepatnya di bulan oktober (tanggalnya lupa). Berhubung si Ade kuning sedang megikuti pertukaran pelajar saat si teteh wisuda, jadilah kita menunggu setahun si ade pulang lagi ke Indonesia. Daan ternyata setelah si ade pulang bukan berarti kita langsung bisa eksekusi foto keluarganya,si ade sibuk dengan persiapan UAN dan test masuk perguruan tingginya, si teteh pink juga sibuk dengan jadwal mengajarnya disana-sini, mba hijau dengan kuliah dan tugas2nya,bapaknya sebelas dua belas dengan anak2nya,yah sudah akhirnya tertunda setahun lagi. Alhamdulillah walaupun sdh telat tapi yang penting bisa foto keluarga lagi (versi wisudaan)..ini juga setengah dipaksakan, pokoknya semua harus bisa foto hari itu karena kalau tidak masa harus menunggu dua tahun lagi si teteh pink pulang dari Belgia, tertunda dua tahun masih bisa dimaklumi, empat tahun? big noo!

story behind the foto:Mas2 di Yonas mengarahkan mereka bertiga sesuai dengan warna kebayanya. Ayo teteh pink duduknya tegak sedikit! ade kuning kepalanya coba sedikit di angkat, mba hijau coba ya senyumnya ..untung sayanya tidak dipanggil dengan sebutan mama maroon..hehe

Saturday, November 13, 2010

Bali # 4........(Bukan) Honeymoon




Mungkin sepintas kalau melihat foto2 dibawah ini kesannya seperti pasangan lawas yg sedang ber 2nd honeymoon....tapi kenyataannya lain sama sekali. Foto ini sesungguhnya diambil di pantai Jerman Kuta (pantai dekat hotel) 2 jam sesaat sebelum pulang kembali ke Bandung. inginnya sih seperti mba Mia yg bisa berhoneyweek dengan suami di Bali seperti bisa dibaca disini (http://miapiyik.multiply.com/journal/item/380) .Tapi apa daya situasi tidak memungkinkan untuk ber honeyweek. Bukan saja karena ketambahan si bungsu yg mendadak kami ikut sertakan tapi lebih karena suamiku tidak ada waktu luang sama sekali untuk menghabiskan waktu bersama kita....
Yah kenyataannya memang walaupun kita berangkat bertiga (aku,suami dan si bungsu) ke Bali tapi kita hanya bisa bersama di 2 jam terakhir itu....selebihnya suami sibuk dengan kerjaannya .Untung bungsuku ikut menemaniku .......kalau enggak kebayang deh bakalan mati gaya menghabiskan waktu sendirian disini. Oh ya momen ini juga bisa terjadi karena kami agak sedikit "memaksa" suami untuk ber "sunset" ria sebelum pulang...Alhamdulillah beliau mau, walaupun tetap saja sibuk telp sana sini..semoga lain waktu kalau ke Bali lagi benar2 bisa waktunya hanya untuk berlibur saja.

Thursday, November 11, 2010

Bali # 3......Tur Abal - Abal ?

Bersambung dari cerita sebelumnya dimana kami akhirnya sepakat mengikuti satu program tur satu hari yg diadakan oleh biro tur lokal. Jadilah hari ini kami bangun pagi2,mandi diteruskan dengan makan pagi di hotel  dan akhirnya bersiap menunggu dijemput oleh biro tur. Saat makan pagi anakku bilang begini " Mah, moga2 turnya bukan tur abal2 ya mah".."memang kenapa de? curiga yaaa?" kata aku..."ah engga mah. soalnya kita kan g tau track record nya biro ini?" balasnya...hmmm bener juga yaa (dalam hatiku)...tapi buru2 kutepis segala prasangka buruk itu...dan mendadak ingat salah satu kutipan hadis Qudsi "Allah sesuai persangkaan hambanya"...trus aku bilang ke bungsuku " Hayuu de positif thingking aja" dan bungsuku setuju" iya deh maah, InsyaAllah g akan abal2 tur nya".

Dan benar saja prasangka baik kita itu terbukti...mulai dari penjemputannya yg ontime...mobil turnya yg oke (bersih, ber ac dan masih kinclong) ditambah lagi supir yg ramah dan bonus guide wanita....wuuih hebat yaaa jadi berasa private tur..habis cuma aku berdua bungsuku yg jadi peserta turnya...

nah persinggahan pertama kami adalah sebuah galeri batik di Tohpati..disini kita bisa melihat proses pembuatan batik tulis dan juga kain tenun....selain itu juga ada showroomnya yg lumayan besaaaar. sayang harga batik dan kain tenunnya lumayan mahal untuk ukuran kantong saya....tapi maklum juga sih secara yg berkunjung kesini rata2 turis asing dan saat itu cuma saya dan si bungsu yg orang lokalnya.




Setelah puas melihat lihat batik dan kain tenun maka mobil leluncur lagi ke arah Batu Bulan untuk melihat pertunjukan tarian Barong. dan tepat pukul 9.30 sampailah kita di tempat. Cuma ada yang mengagetkan disini...yaitu tiket masuknya!!!  kemarin  staf turnya bilang tiketnya cuma 40 rb per org....ternyata kenyataannya dua kali lipatnya...wuuuah mahal juga yaa. Berdoa semoga harga sekian worthed untuk pertunjukannya. Dan benar saja di dalam kita terus terpukau dengan pertunjukan drama tarian yg super cool...ditambah lagi gamelannya yg live...makin terasa kesan megahnya..g nyesel sama sekali dan sangat2 terkesan...tapi penontonnya kok lagi2 "bule" semua....bule sih biasa di Bali tapi kemana turis lokalnya ya? kok dari seratusan pengunjung tak satupun ada disini *masih terheran heran




                                                            

                                 mendapat standing applause dari penonton
                                                di akhir pertunjukan

                                                  Bersama mba Ria (tur guide)

                                     Berfoto bersama Barong "after the show"

Jam sebelas tiga puluh waktu setempat pertunjukanpun berakhir dan kita meluncur lagi ke "Celuk" untuk melihat kerajinan perak dan cara pembuatannya...hmm g ada yg terlalu spesial disini jadi kita skip aja ya ceritanya dan kita lanjut lagi saat tiba di Batuan. Disini kita melihat galeri lukisan dan juga melihat proses pembuatan lukisan....Lukisan2nya luar biasa......segala macam aliran lukis sepertinya ada di galeri ini. Terus siapa saja yg banyak datang kesini?...lagi2 turis asing..hehe rupanya tur kali ini sepertinya spesial untuk turis luar dan bukannya turis lokal macam kami.Yah sudahlah sekali2 merasakan tur ala mereka....



                                 Galerinya kecil di depan tapi didalamnya luaaaas

Puas melihat lihat lukisan lanjut mengunjungi Pura yg kami sendiri sampai sekarang tidak tahu namanya...yg jelas ini Pura yg terletak di daerah Batuan...



                                                   Masuk harus "sarungan"
                                      untung sarungnya matching dengan baju kita

                                                        Turis "luar" berpose

                                                  nah yg ini turis lokal 
                                                   ikut2an berpose juga

Setelah dihitung hitung ternyata dalam setengah hari ini kami sudah mengunjungi 5 tempat wisata... sdh mulai cape dan lapar nih. Untung saja persinggahan selanjutnya adalah melihat gunung Kintamani...dan katanya sih disana kita berhenti di suatu rumah makan yg viewnya bagus )...dan setelah perjalanan kurang lebih 30 menit dengan jalan menanjak dan berkelok kelok sampai kita di Kintamani....cuma disini jangan kaget yaa...kita harus keluar uang untuk makan buffet (all you can eat) dengan membayar 85 ribu rupiah seorang...dan jangan dibayangkan buffetnya seperti di hotel yaa...jadi kalau secara makanan kita rugi tapi terbayar dengan pemandangan yg super fantastis (langsung berhadapan dengan gunung Kintamani.Jadi impas deh...


                                        bungsuku dengan latar belakang G Kintamani

                                  yang ini turis dari India....

Sudah selesaikah turnya? beluuum...masih satu lagi, UBUD!!!!
disini kita cuma sempat belanja di pasar Ubud...kaki sudah terlalu lelah untuk  jalan2 lagi...sebenarnya sayang juga sih, soalnya katanya banyak objek bagus di Ubud...tapi kita sdh cukup puas kok dengan "ngubek-ngubek" pasar Ubud...barang2nya lumayan bagus...walau kita harus pintar2 nawarnya, salah2 nawar kita malahan membayar mahal untuk barang yg sebenarnya murah.Dan saran dari kita jangan buru2 membeli kalau melihat barang yg bagus ...lihat2 saja dulu dan bandingkan harganya...karena harga toko di lantai bawah dan lantai atas harganya cukup berbeda jauh.




bungsuku  bersama penjual di pasar Ubud

 Selesai dari Ubud kita meluncur turun lagi ke kuta. Dan sampailah kita di Kuta kurang lebih jam 5.30 waktu setempat...waktu yg tepat untuk menikmati sunset.
Oke deh itu aja ya cerita tur sehari kita...Bukan Tur Abal-Abal kan akhirnya?

Bali #2.... Blank

Nah begini ini kalau pergi berwisata tapi kurang persiapan....maklum kepergian kita ke Bali kali ini cukup mendadak sehingga belum sempat browsing sana sini ttg wisata Bali ataupun membeli buku2 panduan wisata Bali...

Jadilah di hari pertama datang kita (saya dan si bungsu) luntang lantung di kuta Bali tanpa tau harus kemana dan mengunjungi apa. Mana suami begitu datang langsung sibuk dengan kerjaannya dan sama sekali tidak bisa menemani kita jalan2 barang sejenak.

Tapi berbekal nekad jalanlah kita ke pantai kuta bali sambil melihat berniat melihat sunset...tapi apa daya berhubung jam kita belum di set menjadi WIT maka terlambatlah kita melihat sunset...karena di jam kita masih jam 5 padahal sebenarnya sudah jam 6...haha...tapi sempat juga sih kebagian sunsetnya walau sedikit....

sesudah puas di pantai kita berdua jalan2 disekitar pantai kuta yang ternyata penuh dengan bule...dan kita benar2 merasa minoritas disana (orang asing di negeri sendiri)...jadilah akhirnya kita yg jadi pusat perhatian dan bukannya bule2 itu...dimana2 kita disapa dan diberi salam..."assalamualaikum"..waduh jadi berasa kita yg turis nih. Habis sepanjang penglihatan kita sekeliling kita kalau g orang bali asli pasti para turis asing...dalam hati saya berkata "kemana turis Indonesianya yaa?" 

Nah tapi di kuta ini alhamdulillah ketemu dengan turis informasi yg ternyata bukan cuma memberi informasi tapi juga menawarkan paket2 tur keliling objek2 wisata di bali ini...akhirnya kita pilih paket tur yg menurut kita cukup menarik dan harganya terjangkau di kantong kita...wuuih sedikit legalah kami berdua karena minimal sdh g terlalu blank lagi dgn wisata kita kali ini...minimal besoknya kita sdh tidak bingung lagi mau kemana.

nah blank pertama beres tinggal blank kedua ttg makanan...yg ini kita bener2 buat soal tempat makan...jalan sana jalan sini (masih sekitar kuta hingga ke jalan Kartika Plaza) kok ya yg ketemu cuma makanan international ataupun fastfood...ya g luculah jauh2 ke bali kalau makannya ayamnya pak kolonel lagi..hehe...tapi setelah cape mencari dan tidak ketemu juga jadilah malam itu kita pilih P***a H*t sebagai makan malam kita...agak menyesali juga sih dengan keadaan di sekitar kuta ini....bayangkan aja turis asing bertebaran begitu banyak...seharusnyakan ini jadi ajang promosi dan etalase untuk makanan dan minuman tradisional kita ...tapi yg terjadi malah mereka disuguhi lagi dengan makanan2  dan minuman ala negara mereka..kemana perginya sate, bakso, nasi goreng? ...akhirnya malam itu kita pulang dengan perasaan kangen yg luar biasa dengan nasi dan teman2nya itu...

Bali #1....Janji

Jadi ingat sewaktu bungsuku masih berada di Nashville,Tennese untuk pertukaran pelajar beberapa bulan yang lalu...dalam percakapan melalui webcam bungsuku bercerita bagaimana teman2 AFS dari  negara lain hampir semua dari mereka sudah pernah berkunjung dan berwisata ke Bali....sedangkan bungsuku sendiri belum pernah ke Bali.
Mengetahui hal itu suamiku langsung berjanji kepada bungsuku setibanya nanti di Indonesia akan diajak jalan2 ke Bali.

Dan Alhamdulillah kesempatan itu akhirnya datang juga. Kebetulan suamiku ada acara dinas di Bali selama beberapa hari dan sesuai janjinya bungsuku diajaknya serta (dengan aku juga tentunya). sayang kakak2nya punya kesibukan lain jadi kali ini tidak bisa ikut. Oh ya sebelum ke Bali ini bungsuku sudah mencanangkan mimpinya bahwa di usia 25 tahun dia sudah berkeliling Indonesia...nah kalau yg ini mah g janji ya de...tapi mamah bapak mendoakan kok semoga mimpi de Lia ini bisa terwujud.