Tidaklah seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman yang kemudian (hasilnya) dimakan burung, manusia, atau binatang, melainkan hal itu bagi penanam itu menjadi sedekah. (HR Bukhari).
Prihatin dengan perbukitan bandung yang hanya terlihat hijau di musim hujan ( bukan hijau oleh tanaman keras melainkan hijau oleh rumput dan alang2 serta juga tanaman ladang) . Maka ....kelompok ibu2 pengajian tafsir Abu Yahya tergerak untuk berbuat sesuatu walaupun itu kecil ....mengumpulkan rupiah demi rupiah tiap minggunya...dan akhirnya terkumpullah sejumlah uang, yang kalau dilihat jumlahnya mungkin hanya cukup untuk membeli 1 tas branded kwalitas 2 ataupun kalau membeli baju di pasar barupun hanya dapat beberapa potong. Tapi syukur Alhamdulillah ..dengan uang tersebut (minus ongkos..thanks yaa P Akhmad ) kita bisa mendapat 40 pohon nangka mini dan 40 pohon petai (yang di beli di sentra pembibitan tanaman buah di Majalengka sehingga harganya relatif murah). Dan akhirnya dengan bantuan bapak2 dari DKM Nurshoffa dan Bapak2 dari komplek STIE ..pada tanggal 1 Januari kemarin kita bisa menanam pohon2 tersebut di area pemakaman di dekat kompleks kami. Kenapa memilih area pemakaman...karena menanam di sini relatif aman dari pencurian pohon dibanding di tempat lain ....kami sudah pernah mencoba menghijaukan area pinggiran sungai...tapi hanya beberapa saat saja tanaman2 nya sudah menghilang....mungkin mereka kabita (kepincut) dengan tanaman buah yang kami tanam. Begitulah hingga akhirnya kita jadi berkebun di Kuburan....
lihat juga http://berkebun-yuuk.blogspot.com/2007/10/berkebun-di-kuburan.html
dimana ini bu?
ReplyDeletedi bukit belakang rumah ...di daerah bumi asri padasuka
ReplyDeleteaduh hati2 say...
ReplyDeleteini emang pekuburan ya ? dimana seh persisnya?
oooo padasuka...
ReplyDeletelalu kuburan umum itu ya ?
hebat idenya... mudah2an membawabanyak berkah..amien
amiin....doa'in aja mba esther tanamannya jadi.....moga yang sedikit ini ada manfaatnya.
ReplyDeleteYa teh ini memang komplek pemakaman warga hasil wakaf warga Bumi Asri dan sekitarnya...
Salut nih ide nya mbak... Semoga tanaman ini bermanfaat ya mbak..
ReplyDeletePengen deh kapan2 maen kesana...
Trimakasih sayang sudah mengorganisir ibu-ibu pengajian untuk tanam pohon. Sebenarnya kegiatan ini sudah dimulai tahun kemarin lihat (http://berkebun-yuuk.blogspot.com/2007/10/berkebun-di-kuburan.html) tetapi karena lahannya masih luas, jadinya kita perlu lakukan bertahap. Sebenarnya masih banyak yang harus kita hijaukan seperti lahan di bantaran sungai ditebing-tebing kawasan rawan longsor dll. Semoga saja nanti diberi kesempatan berbuat amal yang lebih besar lagi.
ReplyDeleteamiin....makasih mba beti....ini ide barengan kok mba....ayo mba main ke sini ....ditunggu.
ReplyDeletesama2 mas....ini kan ide aslinya dari mas juga. makasih sdh bantu beliin pohon dan ngumpulin teman2 buat bantu nanam....
ReplyDeletewah hobi yg hebat, teh....:-)
ReplyDeletebukan b dewi namanya kalo idenya gak cemerlang ..... program berikutnya ada usulan nih.... gimana kalo memperbaiki got (saluran air) di belakang, soalnya kalo hujan besar mesti tuh sampahnya mampet di selokannya mamih (Hj. permani) n belokan depan rumah b hari. hujan pasti deh kotor byk sampah.....
ReplyDeleteyang hobby berkebun sebenarnya suami teh....aku sih penggembira aja
ReplyDeleteboleh juga tu Bu Tita idenya....hayu kita realisasikan bersama.......
ReplyDeletelatar belakang pohon singkong yaa? meuni kabita euy....
ReplyDeletekangen makan singkong goreng ya teh...hayu atuh Pulang kampung.
ReplyDelete