Monday, March 3, 2008

Duka yang manis

Pagi ini saya berdua suami pergi melayat ke rumah salah seorang sahabat kami yang meninggal dunia. Di usianya yang ke 43 beliau wafat meninggalkan istri dan ke enam anaknya yang relatif masih kecil. anaknya yang terkecil baru berusia 6 bulan.

Sudah terbayang dalam benak kami wajah duka dari istri dan anak2nya......
Wajar saja kalau sang istri berduka...............Yah siapa yang tidak bersedih bila ditinggalkan oleh belahan jiwa....ditambah lagi harus membesarkan ke 6 anaknya sendirian....kebetulan sang istri memilih menjadi full time mom, memilih tidak berkarir walaupun sebenarnya sang istri lulusan farmasi dari salah satu institut di kota bandung.

Tetapi sesampainya di rumah duka.....keadaannya tidak seperti yang kami bayangkan....sungguh2 terbalik keadaannya.....tidak ada wajah duka yang berlebihan   disana.....yang ada adalah kisah2 manis akhir hayat sang suami......meluncurlah dari bibir sang istri bagaimana bahagianya dia bisa mendampingi sang suami hingga hembusan nafas terakhir, bagaimana juga dia terus mentalqinkan kalimat tauhid ke telinga suaminya "La Ilaaha Illallahu" sepanjang malam dan, suaminya..... sampai detik terakhir hidupnya masih bisa ikut  mengikutinya.

Dan juga cerita manis lainnya...dimana menjelang sholat shubuh  sang suami meminta pampersnya dilepas supaya beliau dapat sholat dan beliau juga mengatakan bahwa harus cepat2 siap2 untuk sholat shubuh, karena dia akan sholat shubuh di Saudi (beliau tdk menyebut Mekah atau Madinah) dan yang akan menjadi imamnya adalah  Imam besar masjidil Haram Sudais ( walaupun pada akhirnya beliau tidak sempat melaksanakan sholat shubuh karena keadaan yang tidak memungkinkan dan pembuluh darah di tangannya sdh keburu pecah , yang berarti sebentar lagi pecahnya akan sampai ke pembuluh nadi di pergelangan tangannya)..........

sepertinya sang istri sangat2 ikhlas menerima kepergian sang suami.......yah walaupun ada juga tangis yang keluar...itu adalah tangis bahagia bahwa suaminya menghadapi sakaratul maut dengan begitu indahnya......seolah2 bukan kematian yang akan dihadapinya....melainkan seolah2 akan pergi menunaikan sholat di tempat yang diimpikannya selama ini dan di imami oleh Sudais yang sangat dikaguminya, yang murotalnya senantiasa terdengar di kupingnya melalui MP3 yang juga setia menemaninya selama menjalani hari2 sakitnya di pembaringan. ...Subhanallah.....

22 comments:

  1. Subhanallah...
    ikhlasnya hati si ibu....

    ReplyDelete
  2. trenyuuuh tiap kali mendengar atau membaca Husnul Khatimahnya seseorang saat maut menjemput. moga qt kelak juga dalm keadaan Husnul Khotimah pada saatnya tiba..Amin.

    ReplyDelete
  3. ikut berduka cita say...innalilahi wa innailahi rojiun...

    sakit apa say kok masih muda gitu mana anaknya banyak banget....

    ReplyDelete
  4. innalilahi wa innailahi rojiun...
    ikut berduka ya t'Dewi...

    tentang keikhlasan sang istri, SubhanaAllah... spechless...

    ReplyDelete
  5. ya mba Aien.....sepertinya inilah Ikhlas yang sebenar2nya.....

    ReplyDelete
  6. Sama Teh......benar2 spechless......baru kali ini melihat sikap istri yang begitu ikhlas menerima kepergian suaminya....

    ReplyDelete
  7. terimakasih teh.....sakit kanker Hati teh (sudah 1 tahun)....memang sepertinya g ikut KB jadi anaknya banyak.

    ReplyDelete
  8. Terimakasih simpatinya mba Del..........

    ReplyDelete
  9. inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun
    mungkin reaksi yang nggak tepat ya....tapi saya bacanya malah bahagia...
    semoga keluarga yang ditinggalkan diberi tabah dan sabar dan tegar seperti sang istri...

    ReplyDelete
  10. Innalillahi... TURUT BERDUKA YA....

    ReplyDelete
  11. innalillhai wa innailaihi rojiun ...subhanallah benar-benar sabar dan tabah ya sang istri. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa almarhum dan menerima amal kebaikannya, amin.

    ReplyDelete
  12. Subhanallah, terharu banget baca tulisan mba Dewi. Semoga sang istri selalu tabah dan diberi kekuatan ya mba. Kagum banget baca kekuatan dan keikhlasan hati sang istri. Salam untuknya ya mba.

    ReplyDelete
  13. pernah ada teman lain yang ditinggal suami pada usia yang hampir sama...teman saya terlihat begitu depresi....sehingga siapapun yang melihatnya merasa ikut tenggelam dalam duka yang dalam (walaupun ini hal yang wajar) ...tapi yang ini memang beda teh....sehingga kita yang melihatnya ikut2an merasa bahagia dan tenang......

    ReplyDelete
  14. kesabaran dan ketabahannya benar2 membuat takjub setiap tamu yang datang melayat.........beliau bahkan terlihat sibuk menghibur anak2nya, dan mengatakan kepada anak2nya "boleh menangis nak, tapi jangan meratap..."...

    ReplyDelete
  15. kesabaran dan ketabahannya benar2 membuat takjub setiap tamu yang datang melayat.........beliau bahkan terlihat sibuk menghibur anak2nya, dan mengatakan kepada anak2nya "boleh menangis nak, tapi jangan meratap..."...

    ReplyDelete
  16. Benar Tanti kekuatan dan keikhlasannya memang mengagumkan...Insya Allah salamnya disampaikan.

    ReplyDelete
  17. mudah2an mereka diberikan kekuatan dan kesabaran dalam mengarungi perjalanan setelah ayahndanya berpulang ya.

    ReplyDelete
  18. Amiin teh.....makasih do'anya. terakhir bertemu dengan sang istri kelihatannya beliau baik2 saja.....dan bahkan tetap optimis dapat membesarkan ke 6 anaknya....3 diantaranya balita.

    ReplyDelete