Yah.....Dengan desain yang "simple" dan "clean" siapa sih yang tidak jatuh hati pada gaya ini.
Tapi ternyata tidak semua orang suka dengan gaya ini..........salah satunya adalah temanku yang meminta aku membantu mendisain rumah barunya.
Dari awal beliau sudah wanti2 supaya rumahnya tidak bergaya minimalis......sambil menunjuk salah satu rumah minimalis yang tidak beliau sukai, dan juga sambil menyebut beberapa alasan kenapa beliau tidak menyukai gaya ini.
hmmmm......sambil terheran2 dengan pemikiran temanku ini aku sih mencoba mengerti prinsip beliau dan tentu saja mencoba menterjemahkan kedalam gambar .
akhirnya selesai sudah gambar itu...walau dengan sedikit usaha keras (maklum susah menghindari gaya minimalis)........dan bertemulah dengan temanku ini tadi pagi , untuk sekedar konsultasi. Hampir tidak ada masalah dengan disainku.....hanya saja beliau agak sedikit protes dengan salah satu bagian eksteriornya...........hehehe jujur saja aku memang sedikit menyisipkan gaya minimalis disalah satu bagian tampak mukanya untuk menghindari kesan "Jadul" pada rumahnya.
Tadinya kukira temanku g akan sadar dengan satu sisipan kecil ini.
Tapi ternyata aku salah kira! ........ karena beliau langsung sadar bahwa ada yang aneh pada gambar tampaknya. Beliau tau ada gaya minimalis disana walaupun sebagian kecil saja !
Beliau secara halus memintaku untuk segera menghilangkan bagian yang aneh tsb a.k.a unsur minimalisnya.
Mulai dari sini aku jadi tau dan tidak ingin lagi mencoba bermain2 dengan unsur minimalis di rumah temanku ini.............karena ternyata temanku ini benar2 "anti minimalis" sejati.......dan sebagai konsekuensinya jadilah aku harus membongkar2 koleksi buku2 dan majalah2 arsitektur lamaku untuk sekedar mencari referensi rumah2 non minimalis.hehehe...g papa deh, yang penting temanku yg "anti minimalis" senang.
ternyata ada juga yg anti minimalis..
ReplyDeletetrus dia sukanya yg kek apa mbak
Saya ingin teh Dwi jadi konsultan arsitektur rumah kami.........
ReplyDelete#Berharap biayanya tidak mahal.....he....he...he#
BTW. Alhamdullillah sdh "on-air" kembali.................
wah.. mau dong dibikinin skets untuk ruang tamu.. masih kosong melompong & ga ngerti mo diapain.. :D
ReplyDeletekemarin baru nengok rumah teman yg minimalis banget.... super mewah... tapi dingiiiin... mungkin itu alasannya kali yah...
ReplyDeleteemang cirinya minimalis itu gimana seh Bun? *kuper neh*
ReplyDelete"Iyaaa..dari kemarin Nisa jalan nengok rumah(mo pindah) rata-rata gayanya minimalis :) "
ReplyDeletekalo nggak minimalis berarti 'rame' ya mba........? kadang kalo pure minimalis kaku juga.......menurutku................:D
ReplyDeletewah Mba,jago disain rumah ya? asik pastinya
ReplyDeletebener2 anti mba Maya......
ReplyDeleteBeliau sukanya gaya "Rumah Tropis" tapi tetep bukan yang "modern tropis" a.k.a tropis biasa
mangga pak ....siap saja.
ReplyDeleteboleh aja mba Nna......
ReplyDeletemungkin juga Nan......tapi alasan utamanya karena disain minimalis kurang cocok dengan iklim tropis........lagipula minimalis cuma tren sesaat sebentar lagi juga hilang.
ReplyDeletesebenarnya sulit diungkapkan dalam bentuk kata2......tapi kurang lebihnya gaya minimalis itu banyak permainan bidang2 geometris.......tdk banyak (menghindari) memakai ornamen2 bangunan yang berlebihan seperti ukir2an/ profil serta detil2 bangunan yang ramai dan tidak fungsional.
ReplyDeleteIya mba Nisa......gaya minimalis memang sedang menjamur, baik itu minimalis murni ,semi minimalis, atau minimalis modern tropis. pokoknya tetap ada unsur2 minimalisnya walau sedikit.
ReplyDeletebetul mba Ida.....minimalis itu gaya yang "bersih" dan "tidak ramai"........tapi minimalis di Indonesia tdk murni2 amat.....lebih banyak penyesuaiannya, terutama penyesuaian dengan Iklim tropis........jadi lebih ke arah "modern tropis" dan bukan "pure minimalis"
ReplyDeletehehehe...bukan jago mba ..cuma sekedar mengamalkan ilmu yang pernah dipelajari. itupun bukan pekerjaan utama....yang utamanya ya ibu RT.
ReplyDeleteKalo saya penganut : Rumah itu harus mengakomodasi kebutuhan semua anggota keluarganya.
ReplyDeleteJadi tidak bisa memaksakan diri harus minimalis atau penuh ukiran2.
Semuanya tergantung sifat dan keseharian kebutuhan kita.
Kalo memang si penghuni rumah sifatnya serba simple, clean dan neat...go ahead dengan minimalis.
Tapi kalo masih suka pajangan, lukisan, ornamen2 dsb...tentunya minimalis kurang cocok.
Euleuh2......punten ya Mbak Dewi....saya meni sok tau begini....hihihihi....
Punten ahhh....jadi malu sama Sang Arsitek niyyy.... :D :D
pendapatnya teh Senny oke banget loo.....soalnya aku juga pernah baca blognya salah satu arsitek prof di jakarta (Anna hape) yang bilang persis seperti yang mba Senny bilang......bahwa gaya rumah itu mengikuti filosofi atau gaya hidup seseorang.
ReplyDeletejadi buat orang yang dasarnya "maximalis" alias senang rumahnya "ramai" jangan paksakan rumahnya bergaya "minimalis"...akan aneh jadinya. .
pendapatnya teh Senny oke banget loo.....soalnya aku juga pernah baca blognya salah satu arsitek prof di jakarta (Anna hape) yang bilang persis seperti yang mba Senny bilang......bahwa gaya rumah itu mengikuti filosofi atau gaya hidup seseorang.
ReplyDeletejadi buat orang yang dasarnya "maximalis" alias senang rumahnya "ramai" jangan paksakan rumahnya bergaya "minimalis"...akan aneh jadinya. .
kr2 musim minimalis sampe kapan b dewi? sy nunggu model br aja ah .....minimalis dah byk (nunggu model yg blum keluar ..... hehehehe ..... modelnya at......? ??!!!?????)
ReplyDeletehehehe...berhubung bukan peramal , jadi belum tau deh sampai kapannya. kalau model rumah sebenarnya g ada yang benar2 baru....sama aja sama baju ..model lama bisa aja balik lagi dan jadi trend (retro gitu deh)
ReplyDeletekayanya kalo saya milih yang minimalis demi mengatasi kantong yang juga minimalis hahahahahahahaha. ps: teh ntar kalo suatu saat punya rumah sendiri, mau dong dibantuin gambarnya hehehehe
ReplyDeletejangan salah teh...minimalis cuma nama gayanya aja....tapi biayanya malah Maximalis....maklum banyak main di plat beton jadi banyak makan semen dan besi. tapi bisa diakalin kok gimana caranya supaya minimalis gayanya tapi biayanya juga bisa ikut minimalis.
ReplyDeletedengan senang hati teh.
ReplyDeletebu posting model2 rumah design buatan ibu dong...
ReplyDeletekalau model maksiminis atau minimaksin belum ada kan Teh? hehhehe
ReplyDeletesementara ini masih senang bercerita aja bu Yuke.....belum ingin menampilkan hasil desain saya disini.
ReplyDeletewah kalau 2 gaya yg teh Dian sebutin baru dengar tuh ...hehehe teh Dian mau bikin trend baru yaa.
ReplyDeleteHihihihi....itu cuma cara pandang saya aja Mbak Dewi....
ReplyDeleteCuma mencoba penerapannya dalam gaya rumah dengan kehidupan kita sehari2, apa kah sinkron dan sejalan atau ngga :))
setujuuuuu Teh.... kalo orang nya heboh, tinggal di rumah minimalis... jadi kedinginan dan kesepian...he he... kalo orangnya simple, tinggal di rumah yang agak ramean.... bisa puyeng melulu.... hihi..
ReplyDeletekalo saya.... diajak sepi2... ok.... diajak rame2... ya hayu..... jadi model rumah gak berubah2 dari jaman rekiplik karena gak ada pak dana nya... ha ha ha
wah ini mah aku banget.suka puyeng kalau lihat segala sesuatu yang "ramai" dan berlebihan.
ReplyDeleteyaaa mungkin yang anti minimalis memiliki banyak waktu di dunia ini untuk mengerjakan sesuatu yang anti minimalis, hehehe...
ReplyDeletemungkin begitu...mungkin juga kenangan "rumah masa lalunya" sangat melekat kuat sehingga dia ingin mengembalikan memori itu......nah! sedangkan rumah Jadul kan g ada yg minimalis. hehehe ini baru satu kemungkinan loo, masih banyak kemungkinan2 lain.
ReplyDeletekalo yg dompetnya tdk pas-pasan alias berlebih enak yach mbak......bisa ngatur sesuai keinginan....
ReplyDeletedana besar memang lebih enak ..lebih leluasa...tapi dana terbatas pun g masalah kok teh...bisa diatur2.
ReplyDeleteblog berkesan, teruslah menulis.
ReplyDeletesalam dari rumah minimalis