Wednesday, April 23, 2008

AFS........

postingan ini aku copas dari MP nya anakku.....

Haloooo..ketemu lagi ma aku...

dah lama bgt gak posting! (bohong pisan, baru beberapa detik lalu! hehehehe)

Yak, hari ini aq mau curhat! Begini, tgl 14 lalu, aq daftar ikutan AFS, pertukaran pelajar!

Semua syarat dah dilengkapin, formulir jg dah dikumpulin!

Dan sekarang seleksi pertama menanti! Tanggal 11 mei...

aduh ak deg-degan...susah gak ya soal-soalnya? Katanya sih PU..tapi aku jarang dan gak bisa baca koran...baru buka 1 halaman aja aku dah langsung tidur...

Ada yang tau gimana caranya lulus seleksi pertama?? Kalau ada yang pernah lolos..kasih tau aku tips n tricknya yaaa???

Monday, April 21, 2008

"si Abah" dan arti sebuah sapaan

Sudah biasa bagi saya dan suami bila berjalan2 pagi di sekitar komplek perumahan kami menyempatkan menyapa siapa saja yang kami kenal.
Baik itu tetangga yang kami kenal baik, tetangga lain rt yang hanya kenal wajah, tukang sayur, sampai tukang koran kami yg kebetulan lewat. Dan buat kami sapaan tersebut biasa2 saja tidak ada yang istimewa disana.

Sampai suatu ketika kami bertemu dengan seorang yang bernama "Abah".
Si "Abah" inilah yang akhirnya memberi kami pengertian baru tentang arti sebuah sapaan.
sang Abah ini pekerjaan sehari2nya adalah  bertanam di tanah2 kosong (menunggu dibangun pemiliknya) di sebuah komplek perumahan yang lumayan elit di kawasan Bandung utara. Si Abah berfikir daripada tanah2 ini nganggur.....maka lebih baik memanfaatkannya untuk bertanam apa saja, mulai dari singkong sampai kacang suuk (dengan seizin pemilik tanah tentunya).

Dikarenakan  area dimana si Abah ini bertanam adalah areal perumahan elite yang sebagian besarnya sudah terbangun. Maka sehari2nya si Abah tentu saja mau tidak mau berinteraksi dengan para penghuni rumah2 elite ini.

Padahal  penampilan sehari2 si Abah ini benar2 kontras dengan penampilan para penghuni kompleks.
Kebayangkan dengan penampilan khas seorang Petani (tapi lebih tepatnya seperti pemulung), baju hitam yang sudah agak lusuh....dan dengan beberapa robekan di sana- sini (mungkin karena sudah tua usianya).Maka  yang belum mengenalnya tentu agak malas berinteraksi dan menyapa si Abah ini.

Tapi buat yang sudah mengenalnya dan juga tahu bahwa si "Abah" ini orang yang baik dan jujur , maka tak segan menyapa Abah, bahkan memberinya secangkir dua cangkir kopi.

Dan rupanya si Abah ini memperhatikan benar ,siapa2 saja yang suka menyapanya dan memberinya sekedar senyuman. Atau kebalikannya,siapa2 saja yang enggan menyapanya atau bahkan mengabaikan keberadaannya.

Ada satu cerita dari orang yang enggan berinteraksi dengan Abah dan enggan beramah2 dengan orang seperti Abah, sebut saja namanya bapak "X".
Suatu Hari rumah bapak "X" ini kecurian besar2an di siang hari bolong..Dengan kejadian ini tentu saja bapak "X" seperti "kebakaran jenggot" dan meminta bantuan kepada warga sekitar terutama orang2 kecil yang berada disekitar rumahnya seperti contohnya penjaga warung, tukang sampah dll yang barangkali saja tahu kejadiannya dan dapat memberi sedikit informasi mengenai pencurian tersebut, ciri2 pencurinya, atau kapan tepat kejadiannya.

Tapi apa yang terjadi mungkin sudah bisa ditebak. Dikarenakan kemalasannya berinteraksi dengan orang kecil disekitar rumahnya. Tidak satupun dari mereka yang mau menolong memberi sekedar informasi. Semuanya bungkam, sepertinya gantian mereka2 ini yang sering diabaikan keberadaannya ganti mengabaikan bapak "X" ini. Dengan kejadian bungkamnya mereka, Bapak X merasa terpukul, merasa tidak ada yang mau menolongnya.Tapi saya kurang tau kejadian selanjutnya.....apakah dengan kejadian ini bapak X sadar dan mau membuka dirinya untuk berinteraksi dengan "Abah2" disekitar rumahnya.

Lain cerita bapak X lain pula cerita mereka2 yang ramah dan sering menyapa orang seperti "Abah". Si Abah bercerita lagi kepada saya, bagaimana dia dengan sukarelanya (tanpa dibayar) menjaga rumah2 mereka, memperhatikan siapa saja yang keluar masuk rumah mereka, apakah ada keanehan di rumah mereka dll. Sepertinya inilah balasan si "Abah" untuk mereka2 yang rajin menyapanya.

Dari perkenalan kami dengan si "Abah" ini barulah kami menyadari, betapa besar arti sebuah sapaan!
sama seperti kita, mereka juga senang dihargai walau hanya dengan sekedar senyum dan sapa di kala kita berjumpa mereka.









Friday, April 18, 2008

"Buat beli baso"

Hehehe...judul di atas sebenarnya ucapan yang biasa aku katakan tiap kali aku memberi sedikit tips pada si mbak dan si mas yg sudah repot2 mengurus ibuku.
Entah kenapa selalu kata itu yg keluar dari bibirku mengiringi pemberian amplop mungil itu. Hampir tidak pernah keluar kata lain seperti "Buat beli gorengan" atau " Buat rokok" (yg g mungkin kukatakan karena aku anti rokok) atau buat-buat  yang lain.

Sampai suatu ketika anakku protes kepadaku ketika untuk kesekian kalinya kata itu yg terdengar lagi di telinga mereka.
Mereka bilang "Mah jangan bilang buat beli baso terus dong".
"Memangnya kenapa " kataku dengan wajah tidak bersalah.
"Kasian si mbak dan si mas nya dong mah, karena berarti mamah ngasih uangnya cuma buat beli baso aja dan bukan buat yang lain",
Terus lanjut mereka........ " Kalau mereka g suka baso gimana?" ........." Kalau mau dibeliin buat keperluan lain juga gimana ?".

Heekss bener2 g kepikiran sama aku, maklum ucapan "Buat beli baso" benar2 spontan keluar dari mulutku.......dan itu cuma kiasan aja. Maklum dalam pikiranku yang penggemar berat baso ini, setiap orang pasti suka jajan baso.Dan kebetulan yang aku kasihkan ya paling cukup buat beli semangkuk dua mangkuk baso, masa mau aku bilang "buat beli baju"....kan g mungkin.

Tapi dengan adanya protes dari anak-anakku, aku mulai mencoba mencari kata-kata lain selain kata itu, yang setelah aku pikir-pikir lagi benar juga ya kata anak-anakku karena ucapanku itu telalu spesifik dan tidak memberikan keleluasaan kepada yang menerimanya (walau sebenarnya itu cuma kiasan saja).

Sebenarnya aku sudah ingin sekali mendapatkan kata-kata penggantinya.
Tapi sampai saat ini sepertinya  aku belum berhasil .
Karena ketika aku pamit dengan si mbak dan si mas yg mengurus ibuku dengan setianya tadi pagi  untuk pulang lagi ke Bandung, diam2 aku memberikan sesuatu pada si mbak  sambil tetap berkata " Buat beli bakso ya mbak"....... hehehe, untung anak2ku tidak ada yang dengar. (mereka tidak ikut menengok nininya).





Wednesday, April 16, 2008

Akhirnya keterima juga...

Akhirnya InsyaAllah jadi juga anakku KP (kerja Praktek) di tempat yang di idam2kannya. Baru beberapa menit yg lalu anakku sms, katanya dia dan seorang temannya keterima KP di SCCI (Stem Cell & Cancer Institut di Jakarta) cuma saja surat resminya belum keluar .

Alhamdulillah, penantian selama lebih kurang dua bulan berakhir sudah. sebagai ortunya  tentu ikut senang karena sempat deg2an juga takut tidak diterima. padahal belum ada cadangan tempat KP lain.

Maklum di Jurusannya tdk memperbolehkan Apply Kp secara paralel. jadi harus satu2. Masukkan satu tunggu jawaban......g boleh langsung ke beberapa tempat sekaligus.Kalau langsung keterima sih tidak masalah .....yang repot kalau ditolak...berarti kan harus apply lagi...trus tunggu jawaban lagi (padahal jawabnya bisa berbulan2 kemudian).

yah beginilah aku sebagai ortu...yang mau KP anaknya ..eeeh yang harap2 cemas kok ibunya.

Monday, April 14, 2008

Anti minimalis

Bahwa sekarang ini eranya "Minimalis" tentu semua orang sudah tau. Lihat saja majalah2 eksterior dan Interior, hampir semuanya menampilkan rumah ataupun interior bergaya minimalis.
Yah.....Dengan desain yang "simple" dan "clean"  siapa sih yang tidak jatuh hati pada gaya ini.

Tapi ternyata tidak semua orang suka dengan gaya ini..........salah satunya adalah temanku yang meminta aku membantu mendisain rumah barunya.
Dari awal beliau sudah wanti2 supaya rumahnya tidak bergaya minimalis......sambil menunjuk salah satu rumah minimalis yang tidak beliau sukai, dan juga sambil menyebut beberapa alasan kenapa beliau tidak menyukai gaya ini.
hmmmm......sambil terheran2 dengan pemikiran temanku ini aku sih mencoba mengerti prinsip beliau dan tentu saja mencoba menterjemahkan kedalam gambar .

akhirnya selesai sudah gambar itu...walau dengan sedikit usaha keras (maklum susah menghindari gaya minimalis)........dan bertemulah dengan temanku ini tadi pagi , untuk sekedar konsultasi. Hampir tidak ada masalah dengan disainku.....hanya saja beliau agak sedikit protes dengan salah satu bagian eksteriornya...........hehehe jujur saja aku memang sedikit menyisipkan gaya minimalis disalah satu bagian tampak mukanya  untuk menghindari kesan "Jadul" pada rumahnya.

Tadinya  kukira temanku g akan sadar dengan satu sisipan kecil ini.
Tapi ternyata aku salah kira! ........ karena beliau langsung sadar bahwa ada yang aneh pada gambar tampaknya. Beliau tau ada gaya minimalis disana walaupun sebagian kecil saja !
Beliau secara halus memintaku untuk segera menghilangkan bagian yang aneh tsb a.k.a unsur minimalisnya.

Mulai dari sini aku jadi tau dan tidak ingin lagi mencoba bermain2 dengan unsur minimalis di rumah temanku ini.............karena ternyata  temanku ini benar2 "anti minimalis" sejati.......dan sebagai konsekuensinya jadilah aku harus  membongkar2 koleksi buku2 dan majalah2 arsitektur lamaku untuk sekedar mencari referensi rumah2 non minimalis.hehehe...g papa deh, yang penting temanku yg "anti minimalis" senang.




Tuesday, March 25, 2008

Angkot Bandung............Mogook

Bila ingat angkot bandung, pasti lebih banyak ingat cerita nyebelinnya............maklum kendaraan umum yang satu ini suka seenaknya di jalan..........berhenti seenaknya.........jalan lagi juga seenaknya............ngetem juga semaunya (kadang pas di perempatan atau pertigaan) ....bikiin maceet.......bikin sebal.

hanya dipikir2 lagi percuma saja berurusan sama yang namanya angkot..........mau menang2an sama supir angkot di jalan bisa2 kita sendiri yang celaka...maklum ....para sopir angkot ini benar2 g mau kalah.......jadi kitalah yang lebih memilih ngalah.

Itu kalau ingat cerita jeleknya............tapi cerita baiknya juga pasti ada lah........yang pastinya angkot salah satu kendaraan umum yang lumayan nyaman (g berdesak2an kayak di bis kota atau metro mini)...........rute dari dan ke tujuan juga banyak............dan yang lebih penting lagi buatku, aku g harus jemput anak2 tiap pulang sekolah.........karena banyak supir angkot yang siap menjemput anakku.....hehehe.......walau tentunya harus bayar 3000 rupiah sekali jalan.

Cuma aja hari ini berbeda........aku harus tetap menjemput anakku di sekolah dan tempat kuliahnya.........yaa, hari ini mulai jam 8 pagi sampai selesai ......sebanyak 5521 supir angkot dari kurang lebih 30 rute  di Bandung akan melakukan mogok Masal..........Mereka akan berdemo ke DPRD kota Bandung sehubungan dengan beberapa hal yang harus dinegosiasikan dengan pihak DPRD. diantaranya masalah pembatasan usia angkot menjadi 10 tahun  dan juga beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan kesejahteraan para supir angkot.

Nah ...kalau kejadiannya sudah begini (supir angkot mogok), walaupun kadang2 menyebalkan.......tapi kerasa juga betapa repotnya kalau tidak ada angkot, kebayang  berapa banyak anak sekolah yang harus berjalan kaki ke rumah nanti siang karena tidak angkot di jalan...........padahal jarak rumah mereka mungkin relatif jauh dengan sekolahannya (malah banyak teman2 sekolah anakku  yang rumahnya di ujung timur bandung sedang sekolahnya di ujung barat)..........berapa banyak pula ibu2 yang pulang dari pasar membawa belanjaan  berat harus berjalan kaki  untuk pulang ke rumahnya .........dan kebayang2 yang lain.

Bandung memang beda dengan Jakarta misalnya yang mempunyai banyak alternatif kendaraan masal..........disini tidak ada metromini, tidak ada transBandung....dan kalaupun ada bis kota rute2 yang dilaluinya sangat2 terbatas. jadi judulnya Angkot benar2 primadona angkutan umum di Bandung...........
Kebayangkan kalau tiba2 sang primadonanya mogok!

Makanya saya cuma bisa berdoa: " semoga  pemogokan ini tidak berlangsung lama .....semoga juga ini yang terakhir kali.........semoga lagi tidak diikuti dengan pemogokan2 selanjutnya..........dan akhirnya semoga juga Negosiasinya berhasil dengan baik dan menguntungkan semua pihak.........baik untuk Pemerintah kota, baik bagi sopir angkot .....baik juga untuk pengguna angkot......dan paling penting baik untuk seluruh warga bandung............aamiin".







Sunday, March 16, 2008

Sayang Biji.............


Akhir2 ini tiap kali makan buah yang ada bijinya pasti ada pesan sponsor dari suami...."bijinya jangan dibuang yaa....dikumpulin disini aja (sambil nunjuk ke wadah biji)".......walaupun ini  g berlaku  rata untuk semua buah..... hampir sebagian besar buah yang kita makan ,bijinya harus disimpan lagi.........

Cuma saja diantara semua buah yang  sering kita makan , suamiku paling getol  menyuruh kita menyimpan biji lengkeng dan Alpukat....apalagi kalau Lengkengnya jenis yang lumayan bagus dan Alpukatnya  jenis mentega wah langsung deh kita semua  di wanti2 supaya nyimpan bijinya. entah kenapa suamiku kesengsem benar dengan 2 buah ini......

Tapi bicara soal kesengsem...sebenarnya suamiku ini memang benar2 niat untuk mengumpulkan aneka biji buah......jadi kadang2 kita beli buah bukannya karena senang sama rasanya......melainkan benar2 diniatkan untuk sekedar diambil bijinya......dari buah yang murah tapi langka seperti kecapi, yang khusus dibelinya ketika menengok kebun di Pangheotan....atau sampai yang harga sekilonya menurutku muuuahal banget  ....seperti aneka buah import yang biasa di beli di salah satu toko Buah T di kota Bandung (yang memang buah yang ada di toko tersebut susah dijumpai di toko buah atau supermarket lain).d

Ada sedikit cerita sedih tentang biji2 yang dikumpulkan ini....biji kecapi tepatnya.....setelah dimakan sebagian (g semuanya, soalnya asyeeem) dan sisanya diambil bijinya aja ....suamiku manyimpannya dengan hati2 dalam satu wadah.......keesokan harinya ketika mau melihat lagi biji2 kesayangannya itu.....tiba2 biji sekaligus wadahnya sudah menghilang........selidik punya selidik ....ternyata pembantuku yang membuangnya....dikiranya sampah !..............kebayang kan sedihnya hati suamiku....hikss aku jadi ikut sedih looo.

Tapi Alhamdulillah......walaupun sempat sedih karena kehilangan biji koleksinya.....suamiku ini tetap semangat untuk terus meneruskan hobinya yang satu ini.......terakhir untuk mengganti biji2 kecapinya yang hilang.....aku membelikannya korma Ajwa di pasar baru  .............wah suamiku senang sekali...yah dia juga diam2 mengkoleksi buah2an timur tengah seperti buah Tin  ......entah kenapa suamiku sangat2 Yakin bahwa buah2an tersebut bisa tumbuh disini .....

oh ya selain biji korma , kemarin dia juga mendapatkan pengganti buah kecapinya yang hilang ........ceritanya kemarin jum'at kemarin kita memang ke Lenteng Agung (daearah yang masih banyak pohon buah2an nya) silaturahim ke rumah kakak......nah di saat pulang jum'atan tiba2 dia melihat banyak kecapi2 yang berjatuhan di tanah....terus dia ambil 3 buah dan dibawa pulang (mudah2an tidak termasuk pencurian)........ketika saya bilang "kok ambilnya cuma tiga ?".........dia bilang " malu atuh ambil banyak2".....heheh iya juga yaaa.....bisa2  diteriakin "ada pencuri kecapiiiiii "............. hihihi gawaat kan .

Kembali dangan koleksi biji2nya suamiku.....terus biji2nya kalau sudah  dikumpulin buat apppaa?........yah sebagai agromania (nama milis tempat suamiku gabung) tentu aja buat ditanam kembali ............kebetulan di belakang komplek kita ada tanah kosong yang direlakan pemiliknya untuk dipakai berkebun....jadilah suamiku menyemai bibit2nya di tanah itu......
tapi sebenarnya kegiatan ini hanya sekedar hobi saja....
jadi kalau biji2 ini bisa tumbuh Alhamdulillah.....bisa digunakan untuk penghijauan di area perbukitan sekitar komplek perumahan kita .........atau bisa untuk sekedar koleksi pribadi. kalau gagal tumbuh juga atau hasilnya mengecewakan juga g apa2...yang penting sdh berusaha.